5 Faktor Penyebab Seorang Anak Menjadi Broken Home dan Dampak Negatif Nya

5 Faktor Penyebab Seorang Anak Menjadi Broken Home dan Dampak Negatif Nya

Konflik dalam rumah tangga memang pasti akan terjadi bagi siapapun yang menjalani bahtera rumah tangga, karena pasti ketika sudah berkeluarga akan mengalami banyak masalah dalam berkeluarga.

Banyak sekali diluar sana masalah keluarga antara kedua orangtua yang membuat si buah hati menjadi merasa tertekan dan akhirnya ia menjadi seorang anak broken home.

Tidak ada yang pernah menginginkan terjadinya permasalahan rumah tangga yang terjadi pada kedua orang tua atau yang lain nya, karena pasti semuanya ingin menjadi keluarga yang harmonis.
Faktor penyebab seorang anak menjadi broken home

Tetapi terkadang ada saja problem rumah tangga yang berakibat fatal, bisa berupa perceraian atau bisa membuat psikologis buah hati kita menjadi terganggu.

Sudah banyak sekali berita anak broken home yang berakibat sangat fatal sekali, dan memang faktor penyebab broken home itu banyak sekali yaa guys.

Bahkan hal-hal sepele dalam konflik rumah tangga yang terjadi secara berulang-ulang pun bisa membuat psikologis buah hati kita terganggu dan akhirnya menjadi anak broken home.

Sebenarnya apa sih yang membuat seorang anak menjadi broken home? dan mengapa timbul kenakalan remaja yang berawal dari broken home itu?

Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit memberikan faktor penyebab anak menjadi broken home dan dampak negatif broken home bagi anak.

Penasaran seperti apakah itu?yuk langsung saja simak artikelnya dibawah ini ya gengs!

Faktor yang Mempengaruhi Seorang Anak Menjadi Broken Home

Sejatinya mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang lebih memang sudah kodratnya seorang anak mendapatkan 2hal yang sangat penting sekali dari kedua orang tua nya ya gengs.

Nah tapi terkadang ada saja persoalan rumah tangga yang membuat seorang anak tidak mendapatkan kedua hal tersebut dan akhirnya ya ia menjadi seorang broken home.

Berikut adalah beberapa faktor penyebab seorang anak menjadi brokenhome, cekidot gengs!

1. Masalah keluarga

Hingga saat ini  latar belakang terjadinya broken home itu adalah karena adanya masalah keluarga yang membuat buah hati kita menjadi mendapatkan banyak pikiran.

Berdasarkan yang saya tahu sih memang konflik rumah tangga ini adalah penyebab yang paling sangat mudah diamati, karena ketika kedua orangtua kita bertengkar pasti kita akan menyaksikan atau mendengar ucapan yang keluar dari orangtua kita.

Jadi kalau misalkan kalian sering melihat konflik dalam keluarga pasti anak lah yang menjadi korban nya, karena secara tidak langsung anak tersebut pasti akan gelisah dan akhirnya yang ada di otak nya ya hanya perselisihan antara kedua orangtuanya saja.

Dan disini kalian memang harus tahu hal apa yang harus dilakukan ketika orangtua bertengkar, kalian sudah tahu?kalau belum tahu silahkan disimak : Hal terbaik saat orangtua bertengkar terus-terusan

Jadi memang masalah keluarga masih menjadi salah satu faktor broken home yang utama ya guys menurut saya.

2. Ditinggal orangtua

Nah untuk yang satu ini memang paling menyedihkan yaa guys, ketika kita harus kehilangan orangtua yang kita sayangi dan itu pasti akan membuat kalian menjadi sedih dan ujung-ujungnya akan menjadi broken home.

Mengapa begitu? karena memang ditinggal orangtua itu menurut saya sangat menyedihkan sekali yaa guys, dan semua orang saya yakin tidak ada yang ingin ditinggal oleh orang tuanya.

Dan tidak sedikit juga penyebab utama dari broken home itu ya karena ditinggal oleh orangtuanya, bisa karena cerai atau meninggal.

Tetapi yang pasti keadaan sepert ini lah yang terkadang membuat seseorang anak berada di posisi terlemah dan ya endingnya akan jadi seorang broken home.

Ketika sudah down dan berada di titik terlemah maka disitulah seorang anak broken home sangat membutuhkan bantuan atau support dari orang-orang terdekatnya, bisa saudara atau sahabat yang ia miliki.

3. Anak selalu dimarahi

Nah kalau yang satu ini juga mungkin menjadi penyebab utama dari broken home yaa kawan, karena tidak tahan dengan omelan atau sering dimarahi orangtua nya akhirnya ia down dan ya bisa jadi broken home.

Sebenarnya kan kalau kalian dimarahi oleh orangtua kalian sendiri itu artinya orangtua kalian sayang dengan kalian, bukan sebaliknya.

Kadang ada yang berfikiran bahwa kalau dimarahi oleh orangtua secara terus terusan artinya orangtua kita tidak sayang dengan kita, padahal faktanya orangtua memarahi kita karena mereka sayang dengan kita dan ingin anaknya berubah menjadi lebih baik lagi.

Dan kalian uga harus tahu langkah ketika dimarahin orangtua kawan, mau tahu coba deh baca di : Langkah tepat ketika dimarahi oleh orangtua

Jadi kalau kalian domarahi oleh kedua orangtua kalian maka jadikanlah itu pelajaran bagi kalian untuk merubah sikap yang kalian miliki, jangan justru melawan ketika dimarahi dan akhirnya kan kalian sendiri yang merasa menjadi broken home.

4. Hadirnya orang ketiga dalam keluarga

Permasalahan yang satu ini menurut saya cukup serius sekali, pasalnya kalau misalkan sebuah keluarga atau rumah tangga lalu hadir pihak ketiga maka kemungkinan besar keluarga tersebut akan hancur.

Karena apa? karena ya memang hadirnya orang ketiga hanya akan membuat sebuah keluarga berantakan dan hancur. Tidak ada yang mengharapkan orang ketiga yang hadir dalam setiap hubungan.

Masalah ini juga kerap menjadi penyebab dan faktor anak menjadi broken home, karena ahdirnya orang ketiga yang mengakibatkan keluarga hancur dan endingnya ya anak juga yang akan merasakan pahitnya sebuah konflik dalam keluarga.

Kenapa harus ada orang ketiga dalam hubungan? sejatinya orang ketiga tidak akan ada atau tidak akan muncul apabila tuan rumah tidak membukakan pintu untuk orang ketiga tersebut masuk.

Dan karena tuan rumah tersebut membukakan pintu maka masuklah orang ketiga yang tujuan nya mungkin hanya untuk mengancurkan hubungan maupun menghancurkan keluarga orang lain.

5. Perceraian

Dari beberapa faktor diatas maka faktor yang satu inilah yang cukup membahayakan sekali, sebab tidak ada satupun orang di dunia ini yang mengharapkan sebuah perceraian.

Kedua orangtua selalu saja ribut atau bertengkar setiap harinya, dan salah satu dari mereka tidak kuat menghadapi masalah tersebut, hingga akhirnya perceraian lah yang diambil sebagai jalan keluarnya.

Lagi lagi dan lagi yang namanya perceraian artinya kedua orangtua akan berpisah dan endingnya anak juga yang akan diberikan beban berupa pikiran.

Dan saya yakin sekali kalau sudah berada di segmen perceraian maka anak akan diberikan pilihan untuk memilih tinggal bersama ayah atau ibunya, dan itu hanya membuat hati si anak tersebut makin down dan ya akhirnya jadi broken home huhu.

Tetapi kalau memang perceraian adalah yang terbaik yaa sang anak juga tidak bisa menolaknya, daripada ia harus menahan sedih dikala orangtuanya bertengkar ya mau tidak mau perpisahanitu pasti akan muncul.

Setelah perpisahan antara ayah dan ibu muncul maka munculah dampak negatif yang diberikan atau diterima oleh seorang anak yang kini statusnya menjadi broken home.

Dampak broken home pada anak anak terutama remaja pastinya akan sangat berdampak sekali dengan kelangsungan hidup mereka.

Dan apa saja sih dampak negatif broken home bagi anak?yuk ;angsung saja kita simak penjelasan nya dibawah ini yaa guys!

Beberapa Dampak Negatif Bagi Anak Broken Home

Anak yang ber-status broken home pastinya akan memiliki banyak sekali dampak negatif bagi kehidupan nya, sebab rata-rata anak broken home ya sudah pisah dengan kedua orangtuanya.

Dan berikut adalah kondisi psikologis beserta dampak negatif anak broken home, yuk langsung simak dibawah ini!

1. Menjadi anak yang pendiam

Rata-rata yang saya temui dari dampak negatif broken home itu adalah si anak menjadi pendiam, karena pikiran yang kian hari makin banyak sekali dan akhirnya membuat anak tersebut lebih memilih diam.

Dari yang biasanya ia ceria, selalu bahagia dan setelah menjadi broken home pasti kondisi psikologis anak broken home akan mengalami perubahan yang sangat drastis.

Dan salah satunya ya itu tadi menjadi pribadi yang pendiam dan biasanya sih paling tidak mau kalau diajak main atau sekedar hiburan.

2. Menjadi sering pulang malam

Karena keadaan di dalam rumah yang selalu saja membuat pikiran maka biasanya anak broken home itu lebih suka untuk bermain dengan teman nya sampai lupa waktu.

Dan kebanyakan sih cara ini digunakan untuk menghilangkan stres atau menghilangkan semua beban yang ada ketika ia berada di dalam rumah dan melihat pertengkaran kedua orangtuanya.

Hal seperti ini mungkin sudah tidak asing lagi lah yaa guys bagi anak broken home, tetapi kalau sampai berlebihan harus di-waspadai juga tuh kawan.

Memang boleh-boleh saja main dengan teman untuk membuang semua pikiran dan beban yang ada tetapi jangan sampai lupa waktu ya gengs.

Lalu bagaimana cara mengatasi anak yang sering keluar dan pulang malam? nah kalian mungkin bisa baca artikel berikut ini : Cara paling ampuh mengatasi anak yang sering keluyuran dan pulang malam

3. Menjadi lebih tertutup

Saking anyaknya beban yang ada di dalam pikiran seorang anak broken home maka terkadang membuat pribadi anak tersebut menjadi lebih tertutup dengan dunia luar.

Saya sering bertemu dengan anak broken home dan ya memang ia sangat tertutup sekali orangnya, ia selalu saja pintar menutupi permasalahan yang ada pada dirinya sendiri dan masalah yang ada di keluarga nya.

Ini yang memang harus diperhatikan lagi karena dikhawatirkan ada sesuatu yang ada pada dirinya dan ia tidak mau cerita maka dikhawatirkan timbul permasalahan lain nya.

Jadi disini bimbingan konseling sangat diperlukan sekali bagi seorang anak broken home dan konsultasi masalah keluarga juga harus diperhatikan yaa guys.

4. Ingin keluar dari zona nyaman

Wah keluar dari zona nyaman kayak lagu aja ya wkwk, tetapi memang benar terkadang seorang anak broken home itu akan selalu mencari tahu bagaimana cara untuk keluar dari zona nyaman tersebut.

Ada yang berhasil keluar dari zona nyaman dan menjadi lebih baik dan ada juga yang sebaliknya alias makin buruk, nah yang dikhawatirkan yang sebaliknya ini guys.

Takutnya nanti ia menjadi anak yang ingin mencoba segalanya agar hati dan pikiran ia jadi tenang dan ya ga jauh larinya ke barang-barang terlarang seperti narkoba dll.

Ini yang harus kita cegah dan bagaimana agar tidak terpengaruh oleh obat-obatan terlarang? mungkin kalian bisa simak di : Tips ampuh menghindari remaja dari obat-obatan terlarang

Jangan sampai hanya gara-gara ingin membuat hati dan pikiran menjadi tenang akhirnya jadi lari ke barang haram deh. Duh jangan sampai deh yaa kawan.

Nah mungkin itu saja dampak serta kondisi psikologis anak broken home yang bisa saya sampaikan, bagaimana kawan cukup jelas kah?kalau kurang jelas atau ada yang ingin ditambahi silahkan tulis di kolom komentar yaaa!

Kalau begitu langsung saja deh yuk kita masuk ke inti artikel kali ini, cekidots!

Inti artikel

Wah ga terasa ya sudah sampai inti artikel aja nih hehe, nah intinya adalah faktor yang mempengaruhi broken home itu sebenarnya karena adanya suatu keadaan atau suatu konflik yang mengakibatkan pikiran bagi buah hati kita.

Dan satu hal yang saya rasa di-inginkan oleh semua anak broken home yaitu mereka ingin diberikan kasih sayang yang tulus dari orang tua nya, serta diberikan pengertian dan layaknya hak seorang anak yaitu diberikan kebahagiaan.

Dan semoga anak broken home ini sifat dan perilaku nya jangan sampai kayak kids zaman now deh yaa, karena memang Sifat dan perilaku kids zaman now  makin aneh-aneh saja yaa kawan.

Saya rasa cukup sekian artikel kali ini mengenai 5 Faktor Penyebab Seorang Anak Broken Home Dalam Keluarga dan Dampak Negatif Nya semoga bermanfaat dan jangan lupa bagikan artikel ini kalau kalian suka ya kawan.

Dan untuk anak broken home kalian harus tetap semangat yaa! Terimakasih.
Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

Silahkan berkomentar yang baik dan saling memberikan saran satu sama lain.
Komentar yang tidak diperbolehkan :

1. Berbau pornografi dan juga perdebatan
2. Komentar dengan Link hidup ( akan dianggap spam )
3. Komentar melenceng dengan isi postingan